Senin, 18 September 2017
Selasa, 12 September 2017
tugas dan tanggung jawab industri layanan internet
Peran dan tanggung jawab pada ISP
Peran ISP dalam pengaksesan internet antara lain :
1. Sebagai media yang memberikan jasa untuk berhubungan dengan internet.
2. Menghubungkan pelanggan ke gateway internet terdekat.
3. Menyediakan modem untuk dial-up.
4. Menghubungkan seorang user ke layanan informasi World Wide Web (www).
5. Memungkinkan seorang user menggunakan layanan surat elektronik (e-mail).
6. Memungkinkan seorang user melakukan percakapan suara via internet.
7. Memberi tempat untuk home page.
8. ISP melakukan proteksi dari penyebaran virus dengan menerapkan sistem antivirus untuk pelanggannya.
ISP bertugas untuk memasang jaringan internet dikomputer dan cara untuk bisa menjelajahi internet melalui komputer kita adalah kita harus menghubungi ISP dengan fasilitas telepon, cukup denda menghidupkan modem, menekan tombol connect, kemudian komputer kita sudah terhubung dengan ISP. dan kita dapat menjelajahi dunia internet.
Persyaratan-persyaratan sebuah ISP
Kriteria Untuk Memilih ISP (internet service provider)
Pada kesempatan ini mau berbagi tips 8 kriteria yang dapat digunakan untuk memilih ISPagar mendapatkan pelayanan seperti yang kita harapkan.
1. Kecepatan transfer data
Dalam berinternet ria, kita tak akan terlepas dari yang namanya download, upload dan browsing. Semua aktifitas tersebut akan sangat bergantung dengan kecepatan transfer data yang telah disediakan provider. semakin besar kecepatan transfer data yang disediakan provider artinya semakin besar kecepatan trasfer data yang kita peroleh dari ISP kita maka akan semakin cepat proses kita dalam mengakses internet.
2. Bandwith
Pengertian bandwith adalah lebar saluran data yang dilewati secara bersamaan oleh beberapa data yang ditransfer dalam suatu jaringan. Ibaratkan bandwith itu jalan raya, semakin lebar jalannya maka semakin banyak kendaraan yang bisa lewat secara bersamaan. Kita perlu untuk
mengetahui badwith yang dimiliki oleh suatu ISP untuk mengetahui kemampuan ISP tersebut dalam melakukan transfer data, juga agar bisa dijadikan pembanding dengan ISP yang lain
3. Memilih server proxy
Server proxy memungkinkan seorang user dapat mengakses sebuah situs yang disukainya dengan cara yang lebih cepat karena user dapat mengunjungi web favoritnya tanpa terhubung langsung dengan server web tersebut. Selain itu cara ini juga dapat menghemat bandwith.
4. Memiliki backbone
Saluran koneksi utama jaringan ISP dengan internet disebut backbone, dalam pembuatan backbone memerlukan biaya dan teknologi yang tinggi, biasanya ISP menyewa backbone dari perusahaan lain atau menggunakannya secara bersama-sama dengan ISP lain. Cara tersebut dapat menghemat biaya tetapi juga dapat mengurangi kecepatan akses dari masing-masing ISP.
5. Keamanan data
Seperti yang telah kita ketahui, di internet ada banyak jenis kejahatan internet yang mengintai. Oleh karena itu kita harus memastikan apakah layanan ISP tersebut telah menggunakan sistem keamanan atau firewall yang baik atau tidak.
6. Biaya
7. Hardware
untuk memastikan layanan yang akan kita terima benar-benar terjamin perlu juga diketahui spesifikasi hardware yang mereka gunakan, seperti jumlah dan kecepatan modem yang dimiliki dan rasio pelanggan permodem dalam ISP tersebut.
8. Teknologi yang digunakan
selain yang sudah disebutkan di atas, hal lain yang perlu kita perhatikan dalammemilih ISP adalah teknologi yang digunakan, beberapa penyedia layanan internet ada yang menggunakan sistem kompresi data yang memungkinkan transfer data menjadi lebih cepat.
Peran ISP dalam pengaksesan internet antara lain :
1. Sebagai media yang memberikan jasa untuk berhubungan dengan internet.
2. Menghubungkan pelanggan ke gateway internet terdekat.
3. Menyediakan modem untuk dial-up.
4. Menghubungkan seorang user ke layanan informasi World Wide Web (www).
5. Memungkinkan seorang user menggunakan layanan surat elektronik (e-mail).
6. Memungkinkan seorang user melakukan percakapan suara via internet.
7. Memberi tempat untuk home page.
8. ISP melakukan proteksi dari penyebaran virus dengan menerapkan sistem antivirus untuk pelanggannya.
ISP bertugas untuk memasang jaringan internet dikomputer dan cara untuk bisa menjelajahi internet melalui komputer kita adalah kita harus menghubungi ISP dengan fasilitas telepon, cukup denda menghidupkan modem, menekan tombol connect, kemudian komputer kita sudah terhubung dengan ISP. dan kita dapat menjelajahi dunia internet.
Persyaratan-persyaratan sebuah ISP
Kriteria Untuk Memilih ISP (internet service provider)
Pada kesempatan ini mau berbagi tips 8 kriteria yang dapat digunakan untuk memilih ISPagar mendapatkan pelayanan seperti yang kita harapkan.
1. Kecepatan transfer data
Dalam berinternet ria, kita tak akan terlepas dari yang namanya download, upload dan browsing. Semua aktifitas tersebut akan sangat bergantung dengan kecepatan transfer data yang telah disediakan provider. semakin besar kecepatan transfer data yang disediakan provider artinya semakin besar kecepatan trasfer data yang kita peroleh dari ISP kita maka akan semakin cepat proses kita dalam mengakses internet.
2. Bandwith
Pengertian bandwith adalah lebar saluran data yang dilewati secara bersamaan oleh beberapa data yang ditransfer dalam suatu jaringan. Ibaratkan bandwith itu jalan raya, semakin lebar jalannya maka semakin banyak kendaraan yang bisa lewat secara bersamaan. Kita perlu untuk
mengetahui badwith yang dimiliki oleh suatu ISP untuk mengetahui kemampuan ISP tersebut dalam melakukan transfer data, juga agar bisa dijadikan pembanding dengan ISP yang lain
3. Memilih server proxy
Server proxy memungkinkan seorang user dapat mengakses sebuah situs yang disukainya dengan cara yang lebih cepat karena user dapat mengunjungi web favoritnya tanpa terhubung langsung dengan server web tersebut. Selain itu cara ini juga dapat menghemat bandwith.
4. Memiliki backbone
Saluran koneksi utama jaringan ISP dengan internet disebut backbone, dalam pembuatan backbone memerlukan biaya dan teknologi yang tinggi, biasanya ISP menyewa backbone dari perusahaan lain atau menggunakannya secara bersama-sama dengan ISP lain. Cara tersebut dapat menghemat biaya tetapi juga dapat mengurangi kecepatan akses dari masing-masing ISP.
5. Keamanan data
Seperti yang telah kita ketahui, di internet ada banyak jenis kejahatan internet yang mengintai. Oleh karena itu kita harus memastikan apakah layanan ISP tersebut telah menggunakan sistem keamanan atau firewall yang baik atau tidak.
6. Biaya
7. Hardware
untuk memastikan layanan yang akan kita terima benar-benar terjamin perlu juga diketahui spesifikasi hardware yang mereka gunakan, seperti jumlah dan kecepatan modem yang dimiliki dan rasio pelanggan permodem dalam ISP tersebut.
8. Teknologi yang digunakan
selain yang sudah disebutkan di atas, hal lain yang perlu kita perhatikan dalammemilih ISP adalah teknologi yang digunakan, beberapa penyedia layanan internet ada yang menggunakan sistem kompresi data yang memungkinkan transfer data menjadi lebih cepat.
By: Arini dwi fatmawati-_06_XIITKJ2
Minggu, 10 September 2017
Cara Praktek DHCP Server di Virtual Box
Cara Kerja DHCP Server
* Cara setting untuk Server
pertama kita install terlebih dahulu DHCP Server dengan cara :apt-get install isc-dhcp server
1. ganti jaringan menjadi adaptor ter-bridge
dan mode promiscuous pilih ijinkan semua,ok.
2..setelah itu ketik : pico /etc/network/interfaces ,untuk
server kita ganti menjadi ip Static
Address :
192.168.6.2 , netmask : 255.255.255.0 , network : 192.168.6.0. lalu CTRL+X ,y
dan Enter.
3. ketik : /etc/init.d/networking restart, tunggu sampai muncul
OK warna Hijau.setelah itu ketik ifconfig untuk mengecek apakah ip yang kita
setting tadi sudah muncul seperti gambar di bawah kita lanjut ke langkah
berikutnya.
4.langkah selanjutnya ketik : nano /etc/dhcp/dhcpd.conf
.lalu scroll ke bawah cari tulisan “A Slightly...” hilangkan semua tanda #
kecuali pada A Slightly dan ganti subnet,range,option domain-name ,option
routers dan option broadcast-address sesuai dengan ip yang kita setting di
network interfacenya tadi.
5. lalu,Ctrl
X ,lalu kita restart dengan cara:/etc/init.d/isc-dhcp-server restart
6. kita cek lagi ip address dengan cara: ifconfig, enter.
7. Ping ip client ke 192.168.6.5 dan ping ke ip LAN
192.168.6.1 jika dua-duanya sudah TTL maka setting sudah selesai.
* Cara setting untuk Client
1. Selanjutnya untuk clien. pertama , ganti jaringan menjadi bridge adapter dan mode promiscuous
pilih allow all,ok.
2.lalu
ketik:pico /etc/network/interfaces ,ip nya untuk client kita gunakan dhcp.
3.lalu Ctrl X ,dan restart dengan cara:etc/init.d/networking
restart,lalu enter
4.lalu ketik :ifconfig lalu enter , untuk mengetahui apakah
ip addressnya sudah terisi ,ip address nya diperoleh dari servers.
5.langsung saja kita ping menggunakan ip server : ping
192.168.6.2 lalu enter,jika sudah TTL berarti setting server ke client sukses.
Dan untuk ip LAN kita ping ke 192.168.6.4 jika sudah TTL juga berarti berhasil.
TERIMA KASIH. SELAMAT MENCOBA
Nama kelompok :
1.ARINI DWI FATMAWATI (06)
2.DWI NURFITRIA (11)
SEMOGA BERMANFAAT
Kunjungi alamat blog kami J
http://arinidwifatmawati540.blogspot.co.id
http://arinidwifatmawati540.blogspot.co.id
dwinurfitria07.blogspot.com
Minggu, 20 Agustus 2017
Mendemonstrasikan Management Bandwidth Pada ISP

1. Pengertian Bandwidth
Bandwidth adalah besaran yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat
dilewatkan dalam koneksi melalui sebuah network. Istilah ini berasal dari
bidang teknik listrik, di mana bandwidth yang menunjukkan total jarak atau
berkisar antara tertinggi dan terendah sinyal pada saluran komunikasi (band).
Banyak orang awam yang kadang menyamakan arti dari istilah Bandwidth dan
Data Transfer, yang biasa digunakan dalam internet, khususnya pada paket –
paket web hosting. Bandwidth sendiri menunjukkan volume data yang dapat di
transfer per unit waktu.
Sedangkan Data Transfer adalah ukuran lalu lintas data dari website. Lebih
mudah kalau dikatakan bahwa bandwidth adalah rate dari data transfer. Di dalam
jaringan komputer, bandwidth sering digunakan sebagai suatu sinonim untuk data
transfer rate yaitu jumlah data yang dapat dibawa dari sebuah titik ke titik
lain dalam jangka waktu tertentu (pada umumnya dalam detik).
Jenis bandwidth ini biasanya diukur dalam bps (bits per second). Adakalanya
juga dinyatakan dalam Bps (bytes per second). Secara umum, koneksi dengan
bandwidth yang besar/tinggi memungkinkan pengiriman informasi yang besar
seperti pengiriman gambar/images dalam video presentation.
2. Jenis - jenis bandwidth
Terdapat dua jenis bandwidth yaitu :
- Digital
Bandwidth: Digital Bandwidth adalah jumlah atau volume data
yang dapat dikirimkan melalui sebuah saluran komunikasi dalam satuan bits
per second tanpa distorsi.
- Analog Bandwith: Analog Bandwidth adalah perbedaan antara frekuensi terendah dengan frekuensi tertinggi dalam sebuah rentang frekuensi yang diukur dalam satuan Hertz (Hz) atau siklus per detik, yang menentukan berapa banyak informasi yang bisa ditransimisikan dalam satu saat.
Dalam buku teks,
diartikan sebagai komunikasi wireless, komunikasi digital, elektronik dan
sebagainya dengan satuan hertz yang merupakan arti sebenarnya dari Bandwidth.
Bandwidth 1 Dalam jaringan komputer dapat berarti net bit rate, kapasitas kanal
atau maksimum throughtput dalam sebuah jalur komunikasi logikal maupun fisikal
dalam sistem komunikasi digital dalam ilmu komputer diartikan sebagai ukuran
konsumsi data komunikasi dituliskan dengan satuan bit/detik atau kelipatannya
(megabit/s, kilobit/s, dsb). Bit per detik berbeda dengan Byte per detik.
Karena 1 Byte adalah 8 bit. Perlu diketahui, kecepatan internet (bandwidth)
yang diberikan oleh penyedia internet diberikan dalam bentuk bit per detik
(bps) dan kelipatannya,. Contohnya 2048 Kbps. 1,8 Mbps. Agar memperlihatkan
angka yang besar. Namun kecepatan maksimal download data yang sebenarnya adalah
2048 : 8 = 256 KBps. (lihat penulisan huruf ‘B’).
Bagaimana dengan 64
Kbps maupun 152 Kbps.? Dengan bandwidth itu, hanya bisa men-download maksimal 8
KBps dan 20 KBps. 2 1 . Bandwidth dalam web hosting, merupakan jumlah data yang
dikonsumsi ke dan dari website atau server dalam periode waktu tertentu untuk
membatasi penggunaan data dan transfer data dalam server. Dalam kehidupan
nyata, bandwidth dapat digambarkan sebagai jalan. Ada jalan biasa, jalan raya
dan jalan bebas hambatan. Sudah pasti, semakin besar jalannya maka semakin
cepat pula perjalanan yang ditempuh. Namun kecepatan berbanding lurus dengan
biaya. Semakin cepat maka semakin besar pula biaya dalam penggunaannya.
Sebesar apapun
jalannya jika tidak ada yang mengatur maka dapat terjadi collision atau
tabrakan. Sehingga dibutuhkan pengatur jalan, selain rambu juga marka jalan
yang berfungsi mengatur arah perjalanan dan letak kendaraan. Dalam transfer
data juga seperti itu. Perlunya manajemen penggunaan bandwidth sehingga tidak
ada yang menguasai jalan yang dapat menyebabkan kemacetan. Berikut adalah
beberapa lapisan bandwidth pada koneksi Internet.
3. 3. Manajemen
Bandwidth
Penggunaan Internet bersama pastinya mempengaruhi bandwidth
dan kecepatan transfer data antar komputer, oleh karena itu dibutuhkan sebuah
manajemen bandwidth. Server melakukan pembagian bandwidth secara merata kepada
para pelanggan agar tidak terjadi penguasaan bandwidth. Setiap orang memiliki
keperluan masing – masing. Ada yang menghabiskan bandwidth seperti men-download
MP3, video atau streaming, ada yang sekedar cek e-mail, dan ada pula yang
sekedar chatting. Oleh karena itulah diperlukan adanya manajemen bandwidth.
Dapat dibayangkan bagaimana jika terjadi penguasaan bandwidth, hal ini akan
mempengaruhi koneksi pengguna lain. Tanpa manajemen bandwidth, setiap komputer
akan secara otomatis memperluas bandwidth-nya tergantung kebutuhan yang
terbesar. Sehingga, apabila ada yang men-download video maupun streaming. Akan
memperlambat koneksi komputer yang lainnya. Hal ini disebut dengan fair usage
atau penggunaan adil.
Setiap ISP telah memberikan peraturan tersebut kepada
pelanggannya sehingga tidak terjadi pencurian bandwidth atau penggunaan
bandwidth yang tidak semestinya, sehingga dapat merugikan orang lain dan juga
ISP tersebut. Pembatasan tidak hanya dikecepatan juga diberikan dalam
penggunaan data setiap hari atau bulan. Semakin banyak pengguna dan pengakses
komunikasi data, maka akan semakin rumit dan kompleks pula jalur komunikasi
tersebut. Hal ini akan mempengaruhi kualitas dari pelayanan. Management
bandwidth dapat digambarkan dengan penggunaan selang atau pipa, yang
mengalirkan air ke setiap pengguna. Dan setiap pengguna tidak dapat sepuasnya
mendapatkan air dari sumbernya (Internet).
Hal ini tergantung dengan bandwidth secara global.
Pembatasan tersebut adalah nilai maksimal yang didapatkan oleh setiap pengguna.
Dan sewaktu – waktu dapat menurun sesuai dengan keadaan dan kesibukan pertukaran
data. 5 Contohnya saja pada jam – jam sibuk. Banyak orang yang mengirim dan
menerima e-mail, berkomunikasi dengan video streaming, men-download data dengan
ukuran yang besar. Sehingga mempengaruhi troughtput, yaitu jumlah paket yang
terkirim dalam satuan waktu.
4. 4. Cara
Mengatur Bandwidth
Banyak cara untuk
mengatur penggunaan bandwidth yang adil dan disetujui oleh kedua belah pihak
baik dari pengguna maupun penyedia. Namun, terkadang cara tersebut sering tidak
diterima di satu pihak yaitu pihak pengguna. Yang terlalu menginginkan kualitas
dari koneksi yang dia dapatkan. Padahal, hal tersebut telah jelas tercantum
didalam syarat dan ketentuan dari suatu ISP yang memberikan koneksi dan telah
disetujui oleh pengguna jika menggunakan koneksi tersebut
a.
Pembatasan
Transfer data
Pengaturan bandwidth dapat dilakukan dengan
memberikan batasan pada kecepatan transfer data. Setiap pengguna diberikan
batasan tertentu yang bervariasi tergantung dengan kebutuhan dan paket yang
digunakannya. Dengan begitu, penggunaan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan
dan kemampuan pengguna itu sendiri. Selain itu dapat dengan membatasi
penggunaan data setiap hari atau bulan. Penggunaan data ini disebut dengan
kuota. Apabila pengguna telah mencapai batas dari kuota yang telah diberikan
maka koneksi yang dia dapatkan akan terputus atau tertunda dengan kata lain,
mengurangi kecepatan transfer datanya ke level terendah yang disediakan.
b.
Algoritma
Penjadwalan
Dalam jaringan komputer, merupakan suatu
penjadwalan antrian FIFO (first in first out) dari paket yang terkirim. Paket
akan ter-buffer dan mengantri, menghasilkan berbagai waktu tunda pada jaringan
. Dalam jaringan nirkabel HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) dengan
sistem selular 3.5G. Penjadwalan dapat digunakan untuk mengambil keuntungan.
Jika kondisi menguntungkan, maka throughput dan efisiensi danpat dilakukan.
Data yang dikirimkan membentuk paket – paket yang akan dikirimkan ke setiap
node. Dan memiliki latensi berbeda untuk setiap node sehingga mempengaruhi
kecepatan dari transfer data.
c.
Pembagian
Secara Merata
Dalam manajemen bandwidth, adapula cara
pembagian secara merata. Dengan menghitung jumlah dari pengguna kemudian
membagi bandwidth secara merata. Dengan rumus,
Dimana B adalah
bandwidth untuk tiap pengguna, TB adalah total bandwidth yang diterima oleh
server. Dan ‘n’adalah jumlah pengguna. Keuntungannya adalah bandwidth dapat
secara penuh digunakan oleh pengguna. Namun kerugian dari cara ini adalah, jika
pada saat banyak pengguna yang menggunakan internet atau jam sibuk atau
turunnya throughput global. Maka ini akan mempengaruhi kecepatan internet tiap
pengguna.
d.
Pembagian
Dengan Memberikan Paket (limiter)
Cara ini seperti yang dilakukan oleh ISP.
Dimana mereka telah memberikan batasan– batasan penggunaan bandwidth. Dengan
cara ini, pengguna lebih leluasa memilih kecepatan sesuai dengan budget yang
mereka miliki. Kelebihannya selain memberikan banyak pilihan ke pengguna, juga
kecepatan dari internet tetap terjaga. Namun kelemahan dari cara ini adalah
terdapat bandwidth yang tidak digunakan, akan sulit jika ada banyak pengguna
dengan paket akses yang besar dan semuanya melebihi bandwidth yang dimiliki
oleh server.
Daftar Pustaka
http://en.wikipedia.org/wiki/Bandwidth_%28computing%29
(diakses 9 Januari 2011). Bandwidth Management. 7 Desember 2010.
http://en.wikipedia.org/wiki/Bandwidth_management
(diakses 9 Januari 2011). Rate Limiter. April 20, 2010.
http://en.wikipedia.org/wiki/Rate_limiting
(diakses 9 Januari 2011). Scheduling Algorithms. 9 Agustus 2010.
http://en.wikipedia.org/wiki/Scheduling_algorithms
(diakses 9 Januari 2011). Tanenbaum, Andrew S. Jaringan Komputer edisi Bahasa
Indonesia. Jakarta: Prenhallindo, 2000.
Selasa, 15 Agustus 2017
jenis arsitektur dan infrastruktur pada industri layanan internet (ISP)
A. Memahami Infrastruktur Jaringan Internet
Secara fisik, infrastruktur jaringan internet membentuk struktur pohon hirarkis. Kabel transmisi berkecepatan tinggi (high-speed backbone networks) berfungsi sebagai tulang punggung utama dari sistem komunikasi ini. Contohnya adalah media transmisi yang dibangun dan dimiliki oleh MCI dan AT&T (yang menghubungkan benua Amerika dengan negara-negara di belahan bumi lainnya). Akses kepada infrastruktur berkecepatan tinggi ini dapat dilakukan melalui simpul-simpul komunikasi yang dinamakan sebagai Network Access Points (NPSs), yang dibangun oleh berbagai perusahaan seperti Sprint dan Pacific Bell. Simpul-simpul inilah yang menjadi “entry point” bagi berbagai jaringan regional semacam CERFnet, Uunet, dan PSInet yang keberadaannya tersebar di berbagai negara di dunia. Jaringan regional ini biasanya akan membagi beban “traffic” yang dimiliki ke berbagai simpul NAPs agar tidak terjadi proses “bottleneck” yang menyebabkan berkurangnya kecepatan akses ke “main backbone”. Di level terendah, Internet Service Providers (ISPs) menyediakan jasanya untuk menghubungkan individu maupun korporat ke infrastruktur internet melalui salah satu jaringan regional yang ada. Dari struktur ini terlihat, bahwa kinerja koneksi internet, sangat bergantung dengan kinerja rute yang dilalui, mulai dari pemakai (user) sampai dengan ke “internet backbone”.
Seperti diketahui bersama, jaringan fisik internet melibatkan beragam jenis perangkat keras dan perangkat lunak yang diproduksi oleh berbagai perusahaan besar di dunia. Untuk memungkinkan dilakukannya komunikasi antar komponen-komponen yang berbeda tersebut, tentu saja dibutuhkan aturan-aturan atau standard yang disepakati bersama (protokol). Salah satu protokol yang disepakati untuk dipergunakan di seluruh dunia adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol). Bagaimana sebenarnya cara kerja TCP/IP dilihat dari prinsip-prinsip komunikasi data?
TCP/IP sebagai salah satu protokol memiliki tugas utama untuk mengelola jaringan operasi komputer agar proses komunikasi dan lalu lintas data dapat berjalan dengan baik. Pada tingkat paling atas, protokol mengatur kerja aplikasi agar dapat dipergunakan secara efektif oleh pengguna (user), sementara di tingkat paling rendah protokol berfungsi mengubah data menjadi paket-paket sinyal digital yang siap untuk ditransmisikan melalui beragam medium dari satu tempat ke tempat lainnya.
Untuk memudahkan dan memungkinkan komunikasi antar berbagai jenis perangkat keras dan perangkat lunak, International Standards Organization (ISO) mengembangkan standar arsitektur jaringan (network layers) yang terdiri dari 7 (tujuh) tingkat (layer). Model ini dinamakan sebagai OSI Reference Model. Ada dua prinsip utama yang dianut oleh OSI Reference Model ini, yaitu: Open Systems; dan Peer-to-Peer Communications. Prinsip open systems berarti bahwa beberapa sistem berbeda yang berada dalam satu layer yang sama dapat dengan mudah saling berkomunikasi dan tukar menukar data (tanpa harus ada proses konversi), sementara prinsip peer-to-peer communications berarti bahwa data yang “diciptakan” oleh sebuah layer diperuntukkan untuk layer yang sama pada sistem yang berbeda. Walaupun harus melalui layer-layer lainnya dalam proses pengiriman atau penerimaan, data yang ditransmisikan sama sekali tidak dirubah, hanya ditambahkan beberapa data yang diperlukan untuk menjalankan fungsi jaringan pada layer tersebut.
Layer tertinggi dinamakan sebagai Application Layer, karena berhubungan langsung dengan aplikasi yang dipergunakan oleh user dalam menjalankan fungsi komputernya. Layer ini merupakan bagian yang paling transparan di mata pengguna internet (user). Fungsi dari layer ini adalah untuk melakukan transfer data (dalam bentuk “application messages”) dari satu tempat ke tempat lainnya. User mengenal beberapa cara untuk melakukan transfer ini, seperti melalui email dan website.
Protokol-protokol yang biasa digunakan untuk melakukan proses pada layer ini adalah:
Protokol TCP/IP sendiri baru ditemui pada Transport Layer (untuk TCP) dan Network Layer (untuk IP). Pada Network Layer, IP berfungsi untuk menyediakan alamat atau kode bagi sistem jaringan yang terkoneksi ke internet. Protokol lainnya yang berfungsi membantu IP dalam menentukan alamat bagi perangkat keras jaringan lain adalah ARP (Address Resolution Protocol). Sementara TCP yang berada satu layer di atasnya bersama-sama dengan protocol lain (UDP = User Datagram Protocol) pada dasarnya berfungsi menentukan ukuran paket maksimum yang dapat digunakan dan melakukan “kalibrasi” terhadap transmisi pada saat yang sama.
TCP biasanya dipergunakan jika kualitas jaringan yang ada sangat baik, sementara untuk situasi sebaliknya, UDP lebih cocok untuk dipergunakan.Melalui pemaparan singkat mengenai konsep infrastruktur jaringan internet ini terlihat bahwa diperlukan jejaring (internetworking) yang baik antara satu sistem dengan sistem lainnya untuk mendapatkan kinerja transmisi yang cepat. Lebar pita (bandwidth) yang besar pada suatu jalur transmisi belum tentu menghasilkan kinerja komunikasi yang cepat pada sebuah sistem karena pada dasarnya masih ada layer-layer dan hirarki koneksi yang terhubung dengan jalur ini. Dengan kata lain, manajemen perusahaan harus mengetahui betul rute-rute transmisi mana saja yang harus dilalui oleh sistem jaringan internal perusahaannya sebelum masuk ke internet (dan terhubung ke mitra bisnis atau pasar konsumen) untuk mengetahu kelebihan dan kekurangan skenario infrastruktur yang dimiliki.
Dari analisa inilah akan didapatkan “the real speed” dari sistem jaringan sebuah perusahaan yang tentu saja merupakan salah satu variabel bersaing dengan para kompetitor.
Sebelum membangun infrastruktur IT, maka perlu dibuat terlebih dahulu arsitektur IT. Arsitektur IT adalah cetak biru yang menerjemahkan strategi perusahaan menjadi rencana sistem informasi. Arsitektur IT dibuat berdasarkan strategi perusahaan. Melalui pemahaman terhadap setiap strategi, maka arsitektur dapat dibuat dalam cetakbiru, yang kemudian menjadi landasan pembuatan infrastruktur.
Hal utama yang dipikirkan secara strategic terkait dengan infrastruktur IT adalah:
Pendekatan Enterprise architecture (Arsitektur enterprise), yang digunakan untuk logika pengaturan dan perencanaan untuk seluruh organisasi, bertujuan menentukan bagaimana teknologi informasi akan mendukung proses bisnis. Cara ini diawali dengan mengidentifikasi proses inti perusahaan dan bagaimana mereka akan bekerja sama, bagaimana sistem TI akan mendukung proses bisnis, kemampuan teknis standar dan kegiatan untuk semua bagian dari perusahaan, dan pedoman untuk membuat pilihan.
Ada beberapa prinsip yang dapat menjadi landasan diantaranya sebagai berikut:
1. Pengertian Arsitektur Jaringan
Arsitektur Jaringan dapat diartikan sebagai rancangan arus komunikasi media elektronik. Arsitektur jaringan merupakan sebuah himpunan layer (lapisan) dan protokol. Dimana layer bertujuan memberi layanan ke layer yang ada diatasnya.
2. Pembagian Dasar Arsitektur Jaringan
D. Tipe arsitektur jaringan
Berdasarkan cara pengaksesan data:
Internet dikatakan sebagai sebuah sistem jaringan yang terbentuk dari beragam kumpulan sub-sub jaringan komputer yang tersebar di berbagai belahan bumi. Karena setiap bentuk jaringan komputer, kecil maupun besar, dapat dengan mudah dihubungkan ke dunia maya ini, maka secara kontinyu dan eksponensial, komunitas internet pun bertambah besar. Karakteristik yang demikian mengakibatkan internet tumbuh dengan pesat, tanpa ada pihak-pihak yang mengatur perkembangannya. Secara alami, pertumbuhan internet dapat dianalogikan seperti organisme (semacam mahkluk hidup), tumbuh secara pasti menjadi semakin besar dan dewasa. Berdasarkan fakta ini terlihat, bahwa secara tidak sengaja, internet telah menjadi suatu sistem yang terdesentralisasi ke beragam pusat-pusat komunitas digital (Kosiur, 1997). Tidak ada satu lembaga pun yang dapat “memerintah” komunitas yang melakukan interaksi di dunia maya, termasuk negara Amerika Serikat sebagai pelopor teknologi ini.
Secara fisik, infrastruktur jaringan internet membentuk struktur pohon hirarkis. Kabel transmisi berkecepatan tinggi (high-speed backbone networks) berfungsi sebagai tulang punggung utama dari sistem komunikasi ini. Contohnya adalah media transmisi yang dibangun dan dimiliki oleh MCI dan AT&T (yang menghubungkan benua Amerika dengan negara-negara di belahan bumi lainnya). Akses kepada infrastruktur berkecepatan tinggi ini dapat dilakukan melalui simpul-simpul komunikasi yang dinamakan sebagai Network Access Points (NPSs), yang dibangun oleh berbagai perusahaan seperti Sprint dan Pacific Bell. Simpul-simpul inilah yang menjadi “entry point” bagi berbagai jaringan regional semacam CERFnet, Uunet, dan PSInet yang keberadaannya tersebar di berbagai negara di dunia. Jaringan regional ini biasanya akan membagi beban “traffic” yang dimiliki ke berbagai simpul NAPs agar tidak terjadi proses “bottleneck” yang menyebabkan berkurangnya kecepatan akses ke “main backbone”. Di level terendah, Internet Service Providers (ISPs) menyediakan jasanya untuk menghubungkan individu maupun korporat ke infrastruktur internet melalui salah satu jaringan regional yang ada. Dari struktur ini terlihat, bahwa kinerja koneksi internet, sangat bergantung dengan kinerja rute yang dilalui, mulai dari pemakai (user) sampai dengan ke “internet backbone”.
Seperti diketahui bersama, jaringan fisik internet melibatkan beragam jenis perangkat keras dan perangkat lunak yang diproduksi oleh berbagai perusahaan besar di dunia. Untuk memungkinkan dilakukannya komunikasi antar komponen-komponen yang berbeda tersebut, tentu saja dibutuhkan aturan-aturan atau standard yang disepakati bersama (protokol). Salah satu protokol yang disepakati untuk dipergunakan di seluruh dunia adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol). Bagaimana sebenarnya cara kerja TCP/IP dilihat dari prinsip-prinsip komunikasi data?
TCP/IP sebagai salah satu protokol memiliki tugas utama untuk mengelola jaringan operasi komputer agar proses komunikasi dan lalu lintas data dapat berjalan dengan baik. Pada tingkat paling atas, protokol mengatur kerja aplikasi agar dapat dipergunakan secara efektif oleh pengguna (user), sementara di tingkat paling rendah protokol berfungsi mengubah data menjadi paket-paket sinyal digital yang siap untuk ditransmisikan melalui beragam medium dari satu tempat ke tempat lainnya.
Untuk memudahkan dan memungkinkan komunikasi antar berbagai jenis perangkat keras dan perangkat lunak, International Standards Organization (ISO) mengembangkan standar arsitektur jaringan (network layers) yang terdiri dari 7 (tujuh) tingkat (layer). Model ini dinamakan sebagai OSI Reference Model. Ada dua prinsip utama yang dianut oleh OSI Reference Model ini, yaitu: Open Systems; dan Peer-to-Peer Communications. Prinsip open systems berarti bahwa beberapa sistem berbeda yang berada dalam satu layer yang sama dapat dengan mudah saling berkomunikasi dan tukar menukar data (tanpa harus ada proses konversi), sementara prinsip peer-to-peer communications berarti bahwa data yang “diciptakan” oleh sebuah layer diperuntukkan untuk layer yang sama pada sistem yang berbeda. Walaupun harus melalui layer-layer lainnya dalam proses pengiriman atau penerimaan, data yang ditransmisikan sama sekali tidak dirubah, hanya ditambahkan beberapa data yang diperlukan untuk menjalankan fungsi jaringan pada layer tersebut.
Layer tertinggi dinamakan sebagai Application Layer, karena berhubungan langsung dengan aplikasi yang dipergunakan oleh user dalam menjalankan fungsi komputernya. Layer ini merupakan bagian yang paling transparan di mata pengguna internet (user). Fungsi dari layer ini adalah untuk melakukan transfer data (dalam bentuk “application messages”) dari satu tempat ke tempat lainnya. User mengenal beberapa cara untuk melakukan transfer ini, seperti melalui email dan website.
Protokol-protokol yang biasa digunakan untuk melakukan proses pada layer ini adalah:
- FTP (File Transfer Protocol)
- HTTP (Hypertext Transfer Protocol)
- SNMP (Simple Network Management Protocol), dan
- DNS (Domain Naming Service).
- SMTP (Simple Mail Transport Protocol),
- POP (Post Office Protocol),
- IMAP (Internet Mail Access Protocol), dan
- MIME (Multimedia Internet Mail Extensions).
Protokol TCP/IP sendiri baru ditemui pada Transport Layer (untuk TCP) dan Network Layer (untuk IP). Pada Network Layer, IP berfungsi untuk menyediakan alamat atau kode bagi sistem jaringan yang terkoneksi ke internet. Protokol lainnya yang berfungsi membantu IP dalam menentukan alamat bagi perangkat keras jaringan lain adalah ARP (Address Resolution Protocol). Sementara TCP yang berada satu layer di atasnya bersama-sama dengan protocol lain (UDP = User Datagram Protocol) pada dasarnya berfungsi menentukan ukuran paket maksimum yang dapat digunakan dan melakukan “kalibrasi” terhadap transmisi pada saat yang sama.
TCP biasanya dipergunakan jika kualitas jaringan yang ada sangat baik, sementara untuk situasi sebaliknya, UDP lebih cocok untuk dipergunakan.Melalui pemaparan singkat mengenai konsep infrastruktur jaringan internet ini terlihat bahwa diperlukan jejaring (internetworking) yang baik antara satu sistem dengan sistem lainnya untuk mendapatkan kinerja transmisi yang cepat. Lebar pita (bandwidth) yang besar pada suatu jalur transmisi belum tentu menghasilkan kinerja komunikasi yang cepat pada sebuah sistem karena pada dasarnya masih ada layer-layer dan hirarki koneksi yang terhubung dengan jalur ini. Dengan kata lain, manajemen perusahaan harus mengetahui betul rute-rute transmisi mana saja yang harus dilalui oleh sistem jaringan internal perusahaannya sebelum masuk ke internet (dan terhubung ke mitra bisnis atau pasar konsumen) untuk mengetahu kelebihan dan kekurangan skenario infrastruktur yang dimiliki.
Dari analisa inilah akan didapatkan “the real speed” dari sistem jaringan sebuah perusahaan yang tentu saja merupakan salah satu variabel bersaing dengan para kompetitor.
Sebelum membangun infrastruktur IT, maka perlu dibuat terlebih dahulu arsitektur IT. Arsitektur IT adalah cetak biru yang menerjemahkan strategi perusahaan menjadi rencana sistem informasi. Arsitektur IT dibuat berdasarkan strategi perusahaan. Melalui pemahaman terhadap setiap strategi, maka arsitektur dapat dibuat dalam cetakbiru, yang kemudian menjadi landasan pembuatan infrastruktur.
Hal utama yang dipikirkan secara strategic terkait dengan infrastruktur IT adalah:
- Business Strategy, Strategi bisnis perusahaan yang mencakup visi, misi dan tujuan bisnis perushaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
- IT Strategy, Strategi perencanaan arisitektur dan infrastruktur perusahaan.
- Information Technology, Mengetahui dan mengikuti perkembangan Teknologi Informasi. Karena perkembangan dunia ITyang pesat harus diimbangi dengan kecepatan didalam antisipasi dan reaksinya.
Pendekatan Enterprise architecture (Arsitektur enterprise), yang digunakan untuk logika pengaturan dan perencanaan untuk seluruh organisasi, bertujuan menentukan bagaimana teknologi informasi akan mendukung proses bisnis. Cara ini diawali dengan mengidentifikasi proses inti perusahaan dan bagaimana mereka akan bekerja sama, bagaimana sistem TI akan mendukung proses bisnis, kemampuan teknis standar dan kegiatan untuk semua bagian dari perusahaan, dan pedoman untuk membuat pilihan.
Ada beberapa prinsip yang dapat menjadi landasan diantaranya sebagai berikut:
- Kemudahan penggunaan, artinya Arsitektur TI akan meningkatkan kemudahan penggunaan dalam membangun dan mendukung arsitektur dan solusi berbasis pada arsitektur.
- Satu titik pandang, dalam hal ini Arsitektur TI akan memungkinkan secara konsisten, pandangan yang terintegrasi dari bisnis, terlepas dari jalur akses.
- Beli daripada membangun, dalam pengadaan aplikasi, komponen sistem, dan kerangka kerja yang memungkinkan akan dibeli kecuali ada alasan kompetitif untuk mengembangkan mereka secara internal.
- Kecepatan dan kualitas, dalam memutuskan arsitektur, akan dibuat dengan penekanan pada mempercepat waktu untuk memasarkan solusi, sementara tetap mempertahankan tingkat kualitas yang diperlukan.
- Fleksibilitas dan kelincahan, sebuah Arsitektur TI akan menggabungkan fleksibilitas untuk mendukung perubahan kebutuhan bisnis dan memungkinkan evolusi arsitektur dan solusi yang dibangun di atasnya.
1. Pengertian Arsitektur Jaringan
Arsitektur Jaringan dapat diartikan sebagai rancangan arus komunikasi media elektronik. Arsitektur jaringan merupakan sebuah himpunan layer (lapisan) dan protokol. Dimana layer bertujuan memberi layanan ke layer yang ada diatasnya.
2. Pembagian Dasar Arsitektur Jaringan
a. LAN (Local Area Network)
b. MAN(Metropolitan Area Network)
c. WAN (Wide Area Network)
ISO (International Standard Organization) mengajukan struktur dan fungsi protocol komunikasi data. Model tersebut dikenal sebagai OSI (Open System Interconnected) Reference Model.
Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan fungsi. Untuk tiap layernya dapat terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda, masing-masing menyediakan pelayanan yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.
- Application Layer: interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource jaringan yang diakses.
- Presentation Layer: rutin standard me-presentasi-kan data.
- Session Layer: hubungan antar aplikasi yang berkomunikasi
- Transport Layer: menjamin penerima mendapatkan data seperti yang dikirimkan.
- Network Layer: hubungan lintas jaringan dan mengisolasi layer yang lebih tinggi. Pengalamatan dan pengiriman data.
- Data-link Layer: pengiriman data melintasi jaringan fisik.
- Physical Layer: karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal data.
Tiap layer menambahkan header pada data yang diterima oleh level di atasnya, sebaliknya menghilangkan header untuk diberikan ke layer di atasnya.
Penghubung (Intermediate)
- Repeater, penguat: physical layer
- bridge: data link layer
- switch
- router: network layer
- converter: application layer
- Manajemen
International Organization for Standardization (ISO), mengajukan framework untuk network-management:
- Fault Detection: Kemampuan mendeteksi dan melaporkan kegagalan dalam network. Jika memungkinkan system dapat memberikan respon perbaikan terhadap kesalahan yang sesuai.
- Configuration Management : Kemampuan untuk secara remote merubah konfigurasi device fisik atau logic yang ditangani.
- Performance Analysis : Kemampuan melihat statistik performansi network untuk mengetahui kecenderungan dan perencanaan.
- Security Control : Kemampuan mengontrol akses terhadap device dalam jaringan, mencakup otentikasi terhadap device maupun konfigurasinya.
- Accounting : Kemampuan mengumpulkan data atas siapa/apa yang menggunakan network, berapa besar dan untuk apa.
C. Karakteristik Arsitektur Jaringan
Jaringan harus mendukung banyak jenis aplikasi dan layanan, dan beroperasi pada berbagai jenis dan tipe infrastruktur fisik. Istilah arsitektur jaringan dalam konteks ini mengacu pada teknologi yang mendukung infrastruktur dan service (layanan) dan layanan yang mengatur pengiriman pesan melalui infrasturktur tersebut.
Dalam evolusi internet dan jaringan secara umum, ada 4 karakteristik dasar yang harus dipenuhi agar memenuhi kebutuhan pengguna:
1. Fault tolerance (toleransi kesalahan)
2. Scalability (skalabilitas)
3. Quality of service (kualitas)
4. Security (keamanan)
1 Fault Tolerance
Internet diharapkan selalu tersedia bagi jutaan penggunanya. Ini membutuhkan arsitektur jaringan yang didesain dan dibuat untuk meminimalkan kesalahan. Sebuah jaringan fault tolerance artinya sebuah jaringan yang mampu meminimalkan akibat dari kegagalan hardware dan software, serta dapat beroperasi lagi dengan cepat jika kegagalan itu terjadi.
Jaringan jenis ini bergantung pada hubungan redundant, atau jalur redundant (lebih dari satu) antara pengirim dan penerima. Jika salah satu jalur terputus (rusak/terganggu), maka lalu lintas pesan dapat dialihkan ke jalur yang lain secara instant.
Proses pengalihan harus transparent bagi user (tidak memerlukan tindakan apapun dan tidak perlu diketahui oleh user). Baik perangkat fisik infrasturktur maupun proses logic harus bekerja sama dalam mengakomodasi redudansi tersebut. Ini adalah premis dasar bagi arsitektur jaringan saat ini.
2. Skalabilitas
Sebuah jaringan yang scalable dapat berkembang dengan cepat untuk mendukung user dan aplikasi baru tanpa mempengaruhi kinerja jaringan dan layanan bagi user yang lama.
Ribuan user dan ISP (Internet Service Provider) terhubung ke jaringan internet tiap minggu, kemampuan jaringan tersebut untuk mendukung tambahan tersebut bergantung pada infrastuktur fisik dan arsitektur logis berlayer yang hirarkis (hierarchical layered design). Operasi pada layer yang satu tidak boleh mempengaruhi layer yang lain. Perkembangan teknologi jaringan terus menigkatkan kemampuan pengiriman pesan dari infrastruktur fisik, hal ini memungkinkan internet untuk memenuhi kebutuhan user.
3. Quality of Service (Kualitas Layanan)
Saat ini internet telah menyediakan level fault tolerant dan skalabilitas yang dapat diterima, namun aplikasi yang baru membutuhkan kualitas yang lebih baik, seperti video dan suara. Service tersebut memerlukan kualitas tinggi dan pengiriman yang tidak tertunda. Sebuah jaringan terkonvergensi, harus mampu mengatur prioritas dari service-service yang menggunakannya. Sehingga didapat standar kualitas yang memenuhi harapan user. Kebutuhan atas QoS (Quality of Service) mengubah cara arsitektur jaringan di desain dan diimplementasikan. Dalam contoh dibawah, layanan (service) untuk streaming diutamakan bandwidthnya dibanding halaman web.
4. Keamanan
Internet telah berevolusi dari jaringan kecil yang terkontrol menjadi transmisi bisnis dan personal yang terbuka, akibatnya, tingkat keamanan dari jaringan telah berubah. Muncul kebutuhan untuk menigkatkan keamanan jaringan terhadap serangan atau celah keamanan.
Banyak usaha, perangkat, prosedur diimplementasikan untuk meningkatkan keamanan jaringan atau memperbaiki kesalahan pada arsitektur jaringan.
Berdasarkan cara pengaksesan data:
- client server dimana sebuah server atau lebih yang dihubungkan dengan beberap client. Server bertugas menyediakan layanan, bermacam-macam jenis layanan yang dapat diberikan oleh server misalnya adalah pengaksesan berkas, peripheral, database dll.
- Peer to Pee dimana terdapat beberapa terminal komputer yang dihubungkan dengan media kabel. Secara prinsip hubungan peer to peer ini adalah bahwa setiap komputer dapat berfungsi sebagai server dan client.
By : Arini Dwi Fatmawati_06_XII TKJ2
Minggu, 30 Juli 2017
Definisi Macam-Macam Jaringan di Virtual Box
Nat (Network Address Translation)
NAT atau (Network Address Translation ) adalah sebuah tipe virtual network default di virtualbox, maksudnya adalah mode NAT akan secara otomatis menjadi tipe jaringan dari sebuah Virtual Machine yang baru. Fungsi NAT yaitu, dapat terhubung langsung ke OS host, dan memungkinkan bila OS host memiliki koneksi internet maka OS guest secara langsung akan mendapat koneksi internet tanpa harus melakukan settingan terlebih dahulu. Dan NAT juga bisa menghubungi atau ping ke OS host tetapi tidak sebaliknya.
Bridged Adapter
Dalam mode Bridged Adapter ini memungkinkan OS guest untuk merima data maupun mengirimkan data ke jaringan fisik. Jadi artinya OS guest dan OS host adalah dua computer berbeda yang terhubung ke dalam jaringan yang sama. Bila OS host memiliki lebih dari satu Ethernet maka kita harus memilih/menyetting ke jaringan mana virtual machine/OS guest akan disambungkan. Dan IP yang diberikan ke Vitual machine harus dari subnet yang sama dengan jaringan yang di pakai oleh OS host.
Internal Network
Internal Network atau dalam bahasa Indonesia (Jaringan Internal) adalah mode jaringan ini memungkinkan kita untuk membuat beberapa virtual machine/OS guest baru yang saling terhubung secara internal, dan pengertian secara internal ini maksudnya adalah sesama virtual machine yang tersambung/menggunakan suatu mode Internal Network sehingga bisa saling menghubungi satu sama lain melalu jaringan. Tapi mode jaringan ini sifatnya terisolasi dari dunia luar sehingga OS guest tidak dapat mengakses/menghubungi OS host dan demikian juga sebaliknya.
Host-Only Adapter
Dalam mode Host-only adapter ini dapat di artikan atau dianggap sebagai gabungan dari mode Bridged dan mode Internal network. Dalam mode ini OS guest dapat mengakses OS host dan sebaliknya OS host juga dapat mengakes OS guest. OS host dan guest yang menggunakan mode jaringan host-only adapter secaralangsung mereka berdua akan berada dalam satu jaringan yang sama dengan menggunakan Ethernet berbasis software.
Oke mungkin cuma itu yang bisa saya jelaskan mengenai macam macam tipe/mode jaringan di virtualbox, dan yang pasti semoga artikel di atas dapat membatu/bermanfaat bagi para sahabat sejati networking :)
Selasa, 25 Juli 2017
pengoperasian sebuah NOC pada industri layanan internet ISP
NOC
( Network Operation Center)
Network Operation Center (NOC) Adalah tempat administrator yang mengawasi, memantau dan mengamankan jaringan komunikasi. Berupa sebuah ruangan yang berisi visualisasi dari jaringan atau jaringan yang sedang dipantau, workstation di mana status rinci jaringan dapat dilihat, dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mengelola jaringan.
NOC merupakan perangkat infrastruktur yang melakukan fungsi-fungsi pengaturan, pengendalian, dan pengawasan jaringan (network) sedemikian rup sehingga dapat berfungsi sesuai dengan standar pelayanan yang diberikan.
Tugas NOC:
NOC bertanggung jawab untuk memonitoring jaringan, server, email, dan mengecek masalah jika
ada alarm atau
kondisi tertentu yang memerlukan perhatian khusus untuk menghindari dampak pada kinerja jaringan itu sendiri.
NOC berperan sebagai Help Desk, dimana menerima komplain masuk dari customer yang
mengeluhkan/menanyakan layanan, produk, service
dari ISP tersebut, kemudian melakukan follow up, analisa, dan
pengecekan agar masalah/pertanyaan customer itu solve.
NOC berperan sebagai Engineer, dimana melakukan pengecekan dan onsite ke tempat perangkat jaringan ISP
tersebut (ex: modem, router, access
point, switch, dll) berada, jika ada masalah atau ada perubahan manajemen
jaringan itu sendiri.
Gambaran pekerjaan NOC:
Saat bekerja, 90% pekerjaan NOC dilakukan di depan layar komputer, dimana NOC memonitoring service dan layanan mereka pada monitor besar, dimana tampilan monitor tersebut adalah layanan yang disewa oleh
customers. apabila ada salah satu layanan customer tersebut bermasalah, maka NOC melakukan analisa dan
troubleshoot, dan biasanya
juga berkoordinasi dengan tim lain (upstream, vendor, carrier) untuk penanganannya.
NOC menerima pertanyaan atau komplain dari customers melalui telepon atau email, di sini NOC harus
bertanggung jawab dalam penanganan pertanyaan atau komplain tersebut sam
pai selesai atau jelas.
1. NOC melakukan analisa saat melakukan pengecekan dan troubleshoot, berusaha melakukan percepatan agar
masalah customer tersebut solve, biasanya masalah seputar layanan yang di sewa customer itu sendiri.
Contoh:
Internet, VPN, MPLS, E
mail, Hosting, Interkoneksi, dll.
2. NOC berkoordinasi dengan tim lain yang berbeda divisi jika diperlukan, perihal service yang digunakan oleh
customer itu sendiri.
Contoh:
Saat t/s jaringan di customer A, NOC kesulitan mengakses router di customer karena us
ername dan
password router tidak ada pada database NOC, di sini NOC berkoordinasi dengan tim provisioning untuk
mendapatkan username dan password tersebut.
Kegiatan pada NOC adalah memberikan support selama 24 jam dengan aktivitas
sebagai berikut :
1. Memonitor operais semua hubungan
backbone dan pendukung jaringan lainnya.
2. Menjamin bahwa server dan pelayanan
bekerja secara terus menerus selama 24 jam.
3. Memberi jaminan untuk mendukung
kualitas layanan jaringan kepada pengguna.
4. Perbaikan semua masalah jaringan dan
sistem terkait.
5. Membuka pelacakan dan resolusi
dokumentasi permasalahan pada sistem jaringan.
Agar NOC dapat berfungsi sesusai dengan standar layanan yang telah
ditetapkan maka perlu suatu disain khusus yaitu :
1.
memperhatikan
penempatan peralatan dan pengaturan suhu udara sehingga sesuai dengan
kebutuhan;
2. menempatkan peralatan pemadam
kebakaran;
3. pembatasan akses;
4.
pengunaan
raised floor sebagai sirkulasi suhu udara dan jalur kabel.
Ruangan NOC adalah ruangan yang berisi peralatan-peralatan yang sangat
vital bagi keberlangsungan sustem jaringan di lingkungan penyedia layanan
internet sehingga perlu tingkat pengamanan yang ekstra ketat. Oleh karena itu
dibuat akses masuk yang terbatas bagi staff IT tertentu yang memiliki wewenang.
Tanggung jawab
NOC :
NOC bertanggung jawab untuk memantau
jaringan untuk alarm atau kondisi tertentu yang memerlukan perhatian khusus
untuk menghindari dampak pada kinerja jaringan. Sebagai contoh, dalam
telekomunikasi lingkungan, NOC bertanggung jawab untuk memantau atas kegagalan
listrik, alarm jalur komunikasi (seperti kesalahan bit , framing kesalahan,
kesalahan coding baris, dan sirkuit ke bawah) dan masalah kinerja lain yang
dapat mempengaruhi jaringan. menganalisis masalah NOC, melakukan pemecahan
masalah, berkomunikasi dengan teknisi situs dan NOC lainnya, dan masalah
melacak melalui resolusi. Jika perlu, NOC meningkat masalah kepada personil
yang tepat. Untuk kondisi parah yang tidak mungkin untuk mengantisipasi -
seperti listrik atau kabel serat optik cut - NOC memiliki prosedur di tempat
untuk segera menghubungi teknisi untuk memperbaiki masalah.
Apa aja sih yang ada di NOC?
- Wall Monitoring display. Display gede, se-gede layar bioskop fungsinya untuk monitoring jaringan yang banyaak banget, ada Alarm, monitoring traffic untuk melihat "kepadatan" data yang lewat di 'pipa' bandwidth, monitoring kondisi link, koneksi data center, trunk dan berbagai perangkat telekomunikasi lain
- Server , wes ya mesti
- Telepon, untuk memudahkan NOC Engineer berkoordinasi dengan tim-tim yang terkait.
- PC sebagai terminal pengendali. Jaman sekarang terminal OM udah pake PC nggak kayak jaman baheula lagi.
- Switch & Router (ya iyalah!) ini adalah komponen utama sebuah Network Operation Center beroperasi. Dan berbagai perangkat yang berhubungan dengan operation dan maintenance jaringan komputer.
- TV, sebagai bahan hiburan dan informasi juga buat para Engineer.
Yaa, jadi penjelasan di atas adalah deskripsi dan gambaran mengenai NOC itu sendiri.
Jadi apakah anda sekarang jadi tertarik bekerja menjadi NOC? Saya tunggu komentarnya.
DAFTAR PUSTAKA:
- http://santa-mars.blogspot.co.id/2011/07/pengertian-network-operation-center-noc.html
- http://www.asus87.com/2014/04/tentang-dan-job-desk-noc-network-operation-center/
- http://erwin-heldy.blogspot.co.id/2010/10/noc-network-operation-center.html
- http://www.ceritaanggun.com/2013/07/bekerja-di-network-operation-center-noc.html
- http://www.ayahkaka.web.id/blog/pengertian-noc-network-operation-center
By : Arini Dwi Fatmawati_06_XII TKJ2























